Bilur

Ada yang berbisik pelan di daun telinga Lalu padam tersisa dari pekat bola mata Dia yang melangkah, tanpa pamit, tanpa kata-kata. Menyisakan bayangnya yang tak mengenal kelana. Lalu purna, membuncah sungai yang linang Tanpanya, merdu tak lagi leluasa Semisal pepohonan lebatnya sirna dimakan usia Kini kutemui diriku bersua cermin yang bicara Aku tak lagi piawai... Continue Reading →

Tuan dan Biduan

Di balik kerumunan yang riuh itu Biduan meliuk-liuk tanpa malu Jemarinya pasrah demi kepulan asap di dapur rumah Dari kejauhan, juru rekam lihai mengabadikan Enggan terlewat hidangan dari sang biduan Dan dosa di ambang nada Tarian saru seakan lumrah disantap bocah Dua tiga tuan merogoh kocek Melempar saji untuk demit Memuja-muja aduhai lekuknya Sementara nyonya... Continue Reading →

Mesin Waktu

Berhubung masih males bikin post baru, kumau nge-share tulisan lama saza;   Orang-orang masih mempertanyakan eksistensi atau kebenaran adanya mesin waktu. Banyak cerita-cerita tentang penjelajah waktu berseliweran di jagat maya. Gue masih ingat pernah beberapa kali membaca cerita tentang time traveler. Foto peresmian ulang South Forks Bridge, Piala dunia Chile 1962 atau yang paling fenomenal yaitu... Continue Reading →

Patah Hati

"Kita temenan aja, ya. Dan kamu gak perlu tahu alasannya apa." ucapnya dulu   Kata orang, "mantan yang baik adalah mantan yang enggak ngajak temanan sehabis putus."  "Udah, nyari yang lain aja ndra." Kata temen gue beberapa hari setelahnya.     Gue manggut, Lalu mulai mencari kecocokkan dengan wujud wujud lain. Sampai gue sadar, gue... Continue Reading →

Yang Serba Banyak pada Bulan Puasa

  Bulan Ramadhan sudah ada di depan mata. Bulan yang selalu umat muslim seluruh dunia rindukan kedatangannya. Orang-orang akan berlomba-lomba mengumpulkan amal ibadah sebanyak-banyaknya.   Pada bulan Ramadhan juga, banyak kegiatan yang khas, yang hanya bisa kita lakukan pada bulan tersebut. Seperti buka bersama, sahur bersama, atau makan siang bersama. Hehe.   Bulan Ramadhan juga... Continue Reading →

Sajak Untuk Pengajar

Dan kita memaku di sini. Menerka di balik jendela terbuka. Berminggu-minggu sudah Kakek usil itu tak lagi menampakkan muka. Jasadnya terkubur, memegang erat senyum yang biasa ia tabur. Ia pernah mengajariku tentang sederhana Tentang dosa-dosa manusia. Ia pernah mengajarimu pula. Teman, ia pergi dan damai. Sayap-sayapnya telah tumbuh sempurna. Ia terbang bersama doa-doa Yang kita... Continue Reading →

Kawanan Senja

Kita jingga yang mencumbui senja yang mentah Meraba-raba langit agar ia sudi memerah Kawan, tidakkah kita rindu sukacita? Sebab telah pecah hujan pada biru aksaraku Ribuan kata-kata melompat dari pena Nama-nama kita terselip di dalamnya Kawan, pohon-pohon kata yang tumbang itu berdahan duri. Telah sempat ku genggam ia, gumpalan darah pekat mengalir setelahnya. Baunya kesepian.... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑