Yang tidak Pernah Bisa Menjadi Pasti

Ada beberapa pertanyaan dalam hidup yang mungkin ditakdirkan tidak berpasangan dengan jawaban yang dapat kita ketahui dengan pasti. Tidak peduli sudah berapa lama ia hadir dalam benak dan pikiran kita, atau seberapa kerasnya kita mencoba mencari, jawaban-jawaban itu seakan punya caranya sendiri untuk berlari. Pertanyaan-pertanyaan seperti apa tujuan kita hidup di dunia, apa itu hidup, … Lanjutkan membaca Yang tidak Pernah Bisa Menjadi Pasti

Bermain Layangan

Waktu itu saya dan teman-teman bermain layangan di lantai atas rumah seorang teman, tempat ia menjemur pakaian-pakaiannya. Kami bermain dengan layangan yang kami temukan di genteng rumah tersebut. Menerbangkan, memandangi, sampai menyaksikannya jatuh dengan gemulai setelah kami mengadunya dengan layang-layang lain, seolah mengingatkan saya dengan beberapa hal dalam kehidupan ini. Saya menyadari ada hal-hal dalam … Lanjutkan membaca Bermain Layangan

Pukul Satu Malam

apa yang tidak bisa menjadi manis di pandangan orang yang tengah jatuh cinta?bahkan putri dari negeri dongeng seolah menjelma dia yang sedang memenuhi pikiran kita. racun menjadi madu, duri menjadi sutera, dan perih pada luka kini sembuh seketika.tidak ada yang semanis bingkai di kedua matamu yang memantulkan cahaya, atau bintik-bintik pada pergelangan tanganmu yang seringkali … Lanjutkan membaca Pukul Satu Malam

Yang tidak Penting dan tidak Penting Banget

Kadang-kadang, pada waktu senggang yang disibuk-sibukkan, gue merasa punya tanggung jawab moral untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting. Misalnya situasi nyata bahwa kita itu kekurangan youtubers gaming yang ngomongnya santun atau agamis. Jarang banget kan denger youtuber yang ngomong 'astagfirullah, subhanallah, Puji tuhan, Atau atas nama ilmu pengetahuan gue bunuh lo!' Instead of 'Anj*ng, G*blok, … Lanjutkan membaca Yang tidak Penting dan tidak Penting Banget

Untitled-2

aku ingin mengenalmu seperti hujan yang tahu kapan harus turun ketika matahari tengah malu menampakkan diri aku ingin mengenalmu seperti daun yang bersedia gugur untuk halaman rumah yang tengah sendiri aku ingin berbaur dengan wangi tangismu pada suatu hari menelusup ke dalam kamus bahagiamu yang sedang sepi biar lengkung indah bibirmu itu terkunci sekali lagi … Lanjutkan membaca Untitled-2

Sebuah Jeda

Melalui rangkaian pesan yang saling kita kirim kepada satu sama lain, perlahan-lahan kita mulai mengerti segala batas yang kita sama-sama miliki. Belenggu cerita lalu yang sama-sama kita biarkan tumbuh, kini menjadi mata pisau yang mengiris rekatan di antara kita. Kita tidak benar-benar sedang mencari titik temu untuk lebih mendekat ketika suara-suara kita beradu di tengah … Lanjutkan membaca Sebuah Jeda

Gerimis

darah yang mengalir dari ujung tunggumenjadi niraksara pada selembar putihberserak di antara paragraf-paragraf tak utuhmaka berteduhlah pada pohon atau sebuah jelma, puansebab gerimis dalam raga kini perkasadigagahi ucap dan senyum manis terpaksa.