Have a Nightmare

Catatan beberapa tahun yang lalu:   Perasaannya tetap sama. Perasaan yang dihadirkan tetap sama; sesak. Seperti ada yang menekan-nekan tepat di dada. Dan gue tetap mengulang-ulang semua, seperti kecanduan rokok atau alkohol, gue menyukai luka yang diberikan kenangan tentang dia.    Gue melakukannya dengan keadaan sadar sepenuhnya, tanpa ada pengaruh hal apapun yang memabukan. Gue menikmati;... Continue Reading →

Jatuh Hati

  Dua kata ini jatuh ke pelataran rumah yang lama tak berpenghuni. Keduanya menari-nari dan dengan merdu melantunkan 'There's a Light That Never Goes Out'-nya The Smiths. Seolah Morrissey benar-benar telah merasuki jiwa kita dengan nyanyiannya.   Menatap bola matamu, mengingatkanku pada teduh yang biasa kutemui pada pagi setelah hujan reda.   "Aku suka cara... Continue Reading →

Catatan Putih Abu-Abu: Rumah Gosong Kosong

  Beberapa bulan lalu, teman lama gue si Indra, menghubungi gue lagi melalui aplikasi messenger LINE, setelah sekian lama kami tidak saling berkomunikasi. Dia membawa berita bahagia perihal rencana pertunangan dengan pasangannya, dan menurut penuturannya, gue adalah orang pertama yang ia kabari, bahkan kedua orangtuanya pun belum tahu menahu rencananya ini.   Hidupnya memang sudah... Continue Reading →

Cermin Terbelah

dalam sejengkal terpapar ilusi tubuhmu pada cermin terbelah temanku merekah rindu yang berlipat-lipat bukankah jarak ini hanya angka-angka juga dekat dan jauh kita serupa bumbu masak-masakan pada dramatik asmara yang kita sambung satu-persatu tanpa jeda cermin terbelah ini tahu nyatanya kita hanya sejengkal saja terpisah pada pantulan cermin terbelah lengkungmu melekat tubuhku juga doa pada... Continue Reading →

Objek yang Dikaburkan Bola Matamu

Jejak-jejak itu mulai sirna Tergerus cair-cair semarak merah Dan kelamku menyala-nyala Terabar suar tempatku menyamar Sedang cakrawala masih benderang Gerutuku pada imaji yang kadung kuraih Ia hadir sekelebat saja Tenggelam pada permukaan bumiku yang acak Pandangmu tertuju pada derai kalut Di sanalah punggung basah Dan kau masih diam Sementara enigma tak temu jawab Pernahkah terpikir... Continue Reading →

Catatan Putih Abu-Abu: Hari Pertama Masuk SMA

  Sebenarnya, membuat postingan seperti ini, artinya, melenceng dari tujuan awal membuat blog ini. Candalabaswara awalnya dibuat sebagai media untuk curhat terselubung (berpuisi), bukan tempat untuk curhat secara terbuka, serta membuat konten-konten dikala gabut yang isinya aneh-aneh (artikel humor garing).   Itulah alasan kenapa setiap kali memposting curhatan, beberapa hari setelahnya (biasanya 2 hari) postingan... Continue Reading →

Yang Bisa Kamu Lakukan Jika Cintamu Ditolak Gebetan

  Cinta bertepuk sebelah tangan emang gak enak. Berpikir bahwa si doi juga punya perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan, namun ternyata kamu ditolak mentah-mentah, tanpa terlebih dahulu ditambahkan taburan garam atau minyak bawang. Dan duniamu kembali terasa pahit dan hambar.   Tapi tenang aja, rasa malu akibat penolakan seperti itu akan sedikit berkurang... Continue Reading →

Home Is Where the Heart Is

  Terakhir menikmati teduhnya kota ini waktu tahun baru kemarin. Melahap gempita pergantian tahun di salah satu bukit di sudut kota kembang yang sejuk. Membakar satu demi satu kayu bakar di depan tenda dan mulai bercerita dengan teman-teman lama.   Meski sebelumnya diterpa kantuk yang tak tertahankan setelah perjalanan jauh dengan roda dua. Semua itu... Continue Reading →

Tentang Reuni

  Ajakan berbuka puasa bersama di grup-grup chat alumni datang bertubi-tubi. Bulan Puasa memang waktu yang tepat untuk menyemai rindu bersama teman-teman lama. Nostalgia bersama-sama atau sekadar ingin tahu 'cover' baru gebetan lama adalah alasan-alasan yang bisa membawa kita untuk menghadiri acara.   Dan seingat gue, tidak pernah ada   acara reuni yang gue hadiri.... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑