Tuan dan Biduan

Di balik kerumunan yang riuh itu

Biduan meliuk-liuk tanpa malu

Jemarinya pasrah demi kepulan asap di dapur rumah

Dari kejauhan, juru rekam lihai mengabadikan

Enggan terlewat hidangan dari sang biduan

Dan dosa di ambang nada

Tarian saru seakan lumrah disantap bocah

Dua tiga tuan merogoh kocek

Melempar saji untuk demit

Memuja-muja aduhai lekuknya

Sementara nyonya semakin terjepit

Dihimpit tarif listrik yang naik

Alangkah lucunya norma yang tercekik

Di dendang kesepuluh bilur-bilur runtuh

Desah-desah itu menggeliat mengeram peluh

Tuan-tuan suka jeritnya

Direngkuhnya paksa biduan yang jelita

Esok hari nyonya-nyonya murka

Tuan-tuan mengampar tikar di balik jendela

Iklan

16 respons untuk β€˜Tuan dan Biduan’

Add yours

  1. biduan, biasanya menarik secara fisik dan gerakqn, serta nada bicara yang menarik untuk disimak serta murah senyum dan memiliki keberanian dalam berkata yang sedikit mengundang pikiran melayang, entah bagaimana suasana hatinya siapa yang bisa tau apakah itu tulus dari dalam hati atau untuk menunjang dalam profesi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: