Objek yang Dikaburkan Bola Matamu

Jejak-jejak itu mulai sirna
Tergerus cair-cair semarak merah
Dan kelamku menyala-nyala
Terabar suar tempatku menyamar
Sedang cakrawala masih benderang
Gerutuku pada imaji yang kadung kuraih
Ia hadir sekelebat saja
Tenggelam pada permukaan bumiku yang acak
Pandangmu tertuju pada derai kalut
Di sanalah punggung basah
Dan kau masih diam
Sementara enigma tak temu jawab
Pernahkah terpikir olehmu sekat-sekat yang menjarak kita?
Pilihanmu masih diam
Menerka jawab pada kayuh ketiga
Sampan, dan gelombang yang tertuju
Padamu yang mengalunkan maaf tercekat
Diakah pelita baru yang terang itu?
Pilihanmu hanya diam
Bertelimpuh menggurat sembilu
Sedang aku masihlah objek yang dikaburkan bola matamu


Iklan

9 thoughts on “Objek yang Dikaburkan Bola Matamu

Add yours

      1. Jangan dijual.

        Puisi itu bukan apel di etalase,
        puisi itu pohon apel.

        Puisi itu tidak perlu di jual.
        Puisi cukup dipupuk
        sebagaimana pohon.

        Tidak semua orang membeli apel,
        akan tetapi apel yang ada di pohon
        semua orang boleh memetikanya
        di musim semi.

        Apel di etalase niscaya lekas busuk,
        apel di pohon lama busuknya,
        jatuh; tumbuh yang baru.

        Jangan jual puisi,
        maka laku-tak laku tak ada.

        Disukai oleh 1 orang

      2. 😁 enjoy it brother.

        Membaca puisi memang butuh skill. Makanya aku sendiripun gak heran kalau-kalau terlalu sering merasa puisi-puisi yang aku bagikan ini sedikit sekali yang berminat mengambilnya.

        Oh ya, aku punya kredo.

        Pembaca puisi itu: the seeker of meaning (penambang).
        Pembaca prosa itu: the receiver of meaning (pemakai perhiasan).

        Penulis prosa itu: toko logam mulia.

        Penyair itu: pertambangan.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: