Patah Hati 2.0

  Seperti Kapal kecil yang terombang-ambing di lautan lepas tanpa pernah tahu ke mana angin dan air akan membawa tubuh yang lelah ini menepi. Ada bara dalam dada yang menyala-nyala ketika langkahnya bergegas lewat dari pandang mata tanpa indah matanya sempat untuk menyapa.

  Aku telah salah berusaha, menggapai sesuatu yang di luar jangkauan tangan yang kerap kali basah ketika wangi tubuhnya bertaburan di mana-mana. Hingga terhempas lalu jatuh adalah pintu ke luar yang kini ketemui. Jauh dari bunga-bunga yang kukira akan mekar dan mudah kusemai kala pagi hari tiba.

  Kini rasa yang kupupuk dan kusiram dalam diam, perlahan-lahan layu; tak pernah sanggup menemukan matahari baru untuk menumbuhkan. Dan terang yang kupuja-puja, ternyata hanyalah fatamorgana dalam gelapku yang tak jua mengenal usai.

  Aku membenci ketidakberdayaan bibir untuk berkata bahwa aku tidaklah baik-baik saja dan terus-menerus mengulang kalimat kosong “Aku baik-baik saja.” Pada kali terakhir waktu mengijinkan kita untuk bertemu. Aku membenci caramu berjalan ketika dari kejauhan mata ini menerobos kerumunan dan mendapati ada jemari yang melingkari pergelanganmu dan berayun-ayun dengan halus yang menciptakan melodi patah hati yang tega bersenandung dalam diri.

  Aku membenci diriku yang tak pernah jelas terekam mata dan ingatanmu.

  Malam ini adalah sisa-sisa patah yang terus merekah, sinar redup yang menjadi temanku mengais satu demi satu keping yang pecah ke segala arah, serta suaramu yang masih menjadi imaji pengantar tidurku, daun-daun harap yang ternyata maya ingin kubakar semua dan biar jadi hantu-hantu masa lalu yang lenyap bersama mentari yang mengantar harap-harap baru yang menanti untuk ditemu. Dan puan, jelita yang akhir-akhir ini acap berkunjung di mimpi buruk paling manis yang pernah terekam, sudahilah kelanamu dalam kepala yang telah mengguratkan kenangan yang kukutuk adanya. Biarkan aku tidur pulas malam ini, agar sampai pagi hari tiba, nama dan cerita kita di dalamnya dihembus angin pagi yang kini jarang kujumpa.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Patah Hati 2.0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s