Tak Ada yang Benar-benar Pergi

Tak ada yang benar benar pergi, puan. Di bawah kolong-kolong langit mendung, masih bisa engkau temui hujan, sebagai getar, pengingat gersang yang pernah kautemui keberadaannya. Di bawah kolong-kolong langit mendung pula, telah kau sibakkan helai rindu jatuh, agar sampai deras hujan membawanya hanyut, sirna dari pandang sayu bingkai mata. Tapi, kau tahu pasti, puan, tak … Lanjutkan membaca Tak Ada yang Benar-benar Pergi

Iklan

Yang

Yang.. Yang kita lihat itu bayang-bayang manusia pada etalase kaca. Lepas pada sepertiga malam yang biru Kadang tertawa, duduk, atau menggerutu. Yang.. Yang kita tengok itu fatamorgana potret-potret dulu. Bak oase, membelalakkan mata pada kering relung yang tandus. Mereka saru, mereka semu. Yang.. Yang kita hirup itu wangi-wangian rindu yang keluar dari belenggu. Merangkak masuk, … Lanjutkan membaca Yang

Di Negeriku

Di Negeri ku Negeri pemimpi Telak kau hujam ia dengan racun-racun janji Membangun rangka-rangka delusi Yang teratur hambar, yang sukar kau tepati Di Negeri ku Negeri yang mati Sorak-sorai gemuruh tercuat kau punya dengki Melibas kekar bangsa sendiri Membunuh raga-raga suci Di Negeri ku Negeri surgawi Telah kau benturkan wajah-wajah lugu para pencari Dengan bait … Lanjutkan membaca Di Negeriku

Di Lepas Pantai yang Biru

Tengoklah arah mata angin mengalur ke selatan Angkuh menantang badai-badai lautan. Dihembusnya kata-kata yang tak sempat diutarakan pada si empuan Bibirnya kelu Nyalinya membeku Pada baris sejajarnya Nyiur-nyiur bersiul, bergesekan udara pantai Nada-nada yang disuguhkan lenyap diantara deru ombak yang menghantam karang Sang lembayung perlahan keluar dari persembunyian. Ia malu Bola mata sayu tertunduk lesu … Lanjutkan membaca Di Lepas Pantai yang Biru

Aku Mati

Aku larut beserta gula-gula yang dituang pada bubuk kopi pagi ini. Sang empunya cangkir menenggakku habis Aku hanyut bersamaan rintik-rintik hujan yang jatuh hari ini. Sungai sungai mengalir menenggelamkanku mati Aku lebur menyatu bara yang menjalar kayu di ladang ini. Jilat lidah api menghanguskanku ringkih Aku berbaur menyatu aromamu yang harum di ruang ini. Jerar-jerat … Lanjutkan membaca Aku Mati