Sepasang Ketidakpastian

Di antara mendung dan jendela yang terbuka kulipat bait ketiga dalam sebuah puisi tentang desau angin, jua daun yang gugur tentang teman bicara yang tak lagi bertelinga tentang ruang yang tak lagi memberi leluasa dan kau masih duduk berpangku tangan berselisih dengan surat yang tak pernah kau beri titik kau isi ia dengan spasi dan... Continue Reading →

Iklan

Untitled

Sore adalah ruang yang mempertemukan kita dengan secarik kertas dan tangan yang gemetar laksana angin meniupkan helai-demi helai urai rambutmu serta pacu waktu mengubah angka demi angka jengkal ke jengkal, langit bergerak berubah warna dan kita akan menemui perpisahan di ujung gulita sebab engkau akan kembali menjadi mimpi pada malam hari maka nikmatilah gelisah, ujung... Continue Reading →

Jatuh Hati 2.0

  Ada yang tak biasa dari senyummu hari ini yang melayang-layang dalam kotak kecil di kepala yang telah lama tidak lagi kubuka. Senyum yang begitu indah, yang sering kali kamu lempar ke sembarang wajah-wajah bernyawa, membawa sensasi yang meletup-letup di dadaku setiap aku melihatmu bercengkrama dengan laki-laki lain. Perasaan yang aku tahu pasti apa namanya.... Continue Reading →

Patah Hati 2.0

  Seperti Kapal kecil yang terombang-ambing di lautan lepas tanpa pernah tahu ke mana angin dan air akan membawa tubuh yang lelah ini menepi. Ada bara dalam dada yang menyala-nyala ketika langkahnya bergegas lewat dari pandang mata tanpa indah matanya sempat untuk menyapa.   Aku telah salah berusaha, menggapai sesuatu yang di luar jangkauan tangan... Continue Reading →

Secara Tidak Sadar telah Dihipnotis

  Kemarin gue teribat obrolan warung kopi bersama teman dan satu om-om yang kami kenal. Teman gue bercerita tentang tetangganya yang baru saja kena modus hipnotis oleh orang tidak dikenal ketika hendak membeli bakso di dekat rumahnya. Teman gue bilang jika tetangganya itu tiba-tiba ngeluyur pergi dengan tatapan kosong, sementara dua mangkuk bakso sudah jadi... Continue Reading →

Jatuh Hati

  Dua kata ini jatuh ke pelataran rumah yang lama tak berpenghuni. Keduanya menari-nari dan dengan merdu melantunkan 'There's a Light That Never Goes Out'-nya The Smiths. Seolah Morrissey benar-benar telah merasuki jiwa kita dengan nyanyiannya.   Menatap bola matamu, mengingatkanku pada teduh yang biasa kutemui pada pagi setelah hujan reda.   "Aku suka cara... Continue Reading →

Cermin Terbelah

dalam sejengkal terpapar ilusi tubuhmu pada cermin terbelah temanku merekah rindu yang berlipat-lipat bukankah jarak ini hanya angka-angka juga dekat dan jauh kita serupa bumbu masak-masakan pada dramatik asmara yang kita sambung satu-persatu tanpa jeda cermin terbelah ini tahu nyatanya kita hanya sejengkal saja terpisah pada pantulan cermin terbelah lengkungmu melekat tubuhku juga doa pada... Continue Reading →

Objek yang Dikaburkan Bola Matamu

Jejak-jejak itu mulai sirna Tergerus cair-cair semarak merah Dan kelamku menyala-nyala Terabar suar tempatku menyamar Sedang cakrawala masih benderang Gerutuku pada imaji yang kadung kuraih Ia hadir sekelebat saja Tenggelam pada permukaan bumiku yang acak Pandangmu tertuju pada derai kalut Di sanalah punggung basah Dan kau masih diam Sementara enigma tak temu jawab Pernahkah terpikir... Continue Reading →

Yang Bisa Kamu Lakukan Jika Cintamu Ditolak Gebetan

  Cinta bertepuk sebelah tangan emang gak enak. Berpikir bahwa si doi juga punya perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan, namun ternyata kamu ditolak mentah-mentah, tanpa terlebih dahulu ditambahkan taburan garam atau minyak bawang. Dan duniamu kembali terasa pahit dan hambar.   Tapi tenang aja, rasa malu akibat penolakan seperti itu akan sedikit berkurang... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑